KABAR MADURA | 134 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bangkalan telah beraksi untuk mendukung penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, 10 di antaranya sekarang terpaksa menghentikan operasional sementara akibat sejumlah kendala.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengungkapkan, penghentian sementara itu disebabkan beragam persoalan. Mulai dari pembaharuan gedung hingga hambatan manajemen dan pemenuhan persyaratan sertifikasi.
“Empat unit sedang menjalani pembaharuan besar, dua unit terkendala pencairan VA (virtual account), tiga unit belum melakukan pengisian Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional, dan satu unit belum mempunyai SLHS,” ungkapnya, Jumat (9/10/2026).
Secara keseluruhan, terdapat 212 SPPG nan tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. Dari jumlah itu, 134 dapur telah beroperasi, 11 dapur segera beroperasi, sedangkan 67 dapur lainnya tetap dalam tahap persiapan, termasuk belum mempunyai kepala SPPG.
“Total ada 212 SPPG nan tercatat di 18 kecamatan,” tegasnya.
Berdasarkan info nan disampaikan Satgas MBG Bangkalan, dari 145 dapur nan telah beraksi dan segera beroperasi, sebanyak 135 dapur sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sementara 10 dapur lainnya tetap dalam proses pengurusan sertifikat tersebut.
Adapun dari sisi sertifikasi halal, sebanyak 45 dari 134 dapur nan telah beraksi sudah mempunyai sertifikat. Sebanyak 66 dapur tetap dalam proses pengurusan, sedangkan 23 dapur lainnya belum memilikinya.
Pemenuhan standar keamanan pangan melalui Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) juga tetap berproses. Tercatat, 38 SPPG telah mempunyai sertifikat HACCP, 34 unit tetap dalam proses pengurusan, dan 62 unit belum memilikinya.
Selain kelengkapan sertifikasi dapur, kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian. Bambang menyebut, 101 chef telah mempunyai sertifikasi nan disebutnya sebagai sertifikasi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sementara itu, 33 chef lainnya belum mengantongi sertifikasi itu.
Bambang menegaskan, beragam sertifikasi nan dibutuhkan diharapkan dapat dipenuhi oleh masing-masing SPPG secara bertahap. Menurutnya, pemenuhan persyaratan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga mutu dan kualitas penyelenggaraan program MBG.
“Rata-rata sudah mulai urus semua hanya menunggu waktu saja. Saya percaya pada akhirnya bakal terpenuhi semua walaupun saat ini tetap rekomendasi saja,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, program MBG di Bangkalan tercatat menjangkau 297.026 penerima manfaat, terdiri atas 240.141 siswa dan 56.885 penerima faedah dari golongan 3B. (fik/zul)

4 hari yang lalu
12








English (US) ·
Indonesian (ID) ·