KM/IST | PRIORITASKAN TALENTA LOKAL: Kompetisi AF Sport U-17 Sumenep nan diikuti 27 tim menerapkan patokan larangan menggunakan pemain dari luar Kabupaten Sumenep.KABAR MADURA | Kompetisi AF Sport U-17 Sumenep tak mau sekadar menjadi panggung persaingan antarkecamatan. Ajang ini secara tegas membatasi pemain dari luar wilayah demi memastikan pembinaan dan pencarian bibit pesepakbola muda betul-betul berpihak pada talenta lokal.
Sebanyak 27 tim ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Turnamen resmi dibuka di Stadion A. Yani, Desa Pabian, Kecamatan Kota.
Ketua Pelaksana AF Sport U-17, Akh. Hasbul, menegaskan bahwa seluruh pemain nan berkompetensi wajib berasal dari Kabupaten Sumenep. Panitia tidak memperbolehkan tim mendatangkan pemain dari luar daerah, meskipun mempunyai keahlian nan dinilai lebih unggul.
“Pemainnya tidak boleh mendatangkan dari luar daerah. Harus betul-betul berasal dari Sumenep,” tegasnya.
Namun, patokan tersebut tidak membatasi pemain untuk memperkuat tim dari kecamatan lain. Panitia tetap membuka kesempatan perpindahan pemain antarkecamatan selama pemain berkepentingan merupakan penduduk Sumenep.
“Kalau antarkecamatan boleh, nan krusial jangan libatkan pemain dari luar Sumenep,” ujarnya.
Kebijakan itu menjadi penegasan bahwa AF Sport U-17 tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pemain muda wilayah untuk mengasah keahlian dan menunjukkan potensi di lapangan.
Dengan melibatkan 27 tim, kejuaraan ini diharapkan menjadi ruang bagi panitia dan pihak mengenai untuk memantau perkembangan pemain muda nan berkesempatan memperkuat sepak bola Sumenep pada masa mendatang.
“Ini dalam rangka mencari bibit muda pesepak bola Sumenep,” imbuh Hasbul. (ara/waw)

21 jam yang lalu
5









English (US) ·
Indonesian (ID) ·