KABAR MADURA | Program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi petani dan nelayan di Bangkalan tetap menghadapi hambatan keterbatasan anggaran.
Hingga September 2026, realisasi program Jamsostek itu baru mencapai 61,93 persen. Adapun kepesertaan nan tercatat terdiri dari 178 petani alias pekerja tani dan 3.906 nelayan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan, Jimmi Triasmana, mengatakan, program Jamsostek bagi petani dan nelayan itu telah direalisasikan. Bahkan, terdapat tambahan kepesertaan pada tahun ini.
“Sudah terealisasi, dan sedikit ada tambahan,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan, Indah Sri Wahyuni, menjelaskan, hingga 2026 terdapat 178 petani alias pekerja tani dan 3.906 nelayan nan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Pada tahun 2026 ada 178 petani/buruh tani dan 3.906 nelayan nan terdaftar BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.
Meski demikian, upaya memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja sektor informal tetap terbentur persoalan anggaran. Petani dan nelayan menjadi salah satu golongan nan terdampak lantaran kebanyakan bekerja di sektor informal.
“Realisasi dari Jamsostek sampai di September sebesar 61,93 persen,” jelasnya.
Indah mengakui, kesiapan anggaran menjadi hambatan utama dalam memperluas cakupan perlindungan Jamsostek bagi petani dan nelayan.
“Kendala terbesarnya untuk memperluas Jamsostek bagi sektor informal seperti petani dan nelayan mengenai kesiapan anggaran,” ungkapnya.
Selain keterbatasan anggaran, Disperinaker Bangkalan juga belum mempunyai info pasti mengenai jumlah petani nan belum mendapatkan perlindungan Jamsostek. Data tersebut berada di organisasi perangkat wilayah (OPD) teknis nan menangani sektor pertanian.
“Untuk info jumlah petani nan belum terkaver tidak punya. Adanya tersedia di OPD teknis Dinas P2KP,” katanya.
Indah menambahkan, pada 2026 terdapat tambahan kepesertaan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Namun, tambahan tersebut belum bisa menyamai cakupan kepesertaan pada tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2026 melalui PAK ada tambahan sebanyak 18.000 petani,” tambahnya.
Jika dibandingkan dengan 2025, jumlah petani nan mendapatkan perlindungan Jamsostek tahun ini mengalami penurunan. Pada tahun sebelumnya, jumlah penerima program disebut mencapai lebih dari 28 ribu orang.
“Kalau dibanding tahun sebelumnya terjadi penurunan, lantaran pada tahun 2025 sebanyak 28 ribu lebih,” pungkasnya. (fik/zul)

6 hari yang lalu
12








English (US) ·
Indonesian (ID) ·