PAMEKASAN, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terus melebarkan jangkauan serta mengoptimalkan jasa posyandu guna mengikis nomor tengkes (stunting) sekaligus menggenjot kualitas gizi balita.
Berdasarkan pemutakhiran info hingga September 2026, tercatat 1.212 balita mengalami stunting alias setara 2,38 persen dari total 50.899 balita nan telah terukur.
Capaian riil tersebut berada jauh di bawah periode pemisah sasaran penanganan stunting wilayah sebesar 3,80 persen. Kendati demikian, langkah preventif dan intervensi gizi gencar diperkuat lewat optimasi kehadiran penduduk di posyandu.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pamekasan, Achmad Syamlan menegaskan bahwa peningkatan mutu hari buka posyandu di tingkat desa menjadi kunci utama penemuan awal tumbuh kembang anak.
“Dinkes memberikan konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA), edukasi menyusui dan ASI eksklusif, serta mengoptimalkan kelas ibu mengandung dan balita melalui posyandu, polindes, dan puskesmas,” kata Kabid Kesmas Dinkes Pamekasan, Achmad Syamlan, Sabtu, 10 Oktober 2026 hari ini.
Syamlan menambahkan, jejeran medis di lapangan bergerak sigap merujuk balita terindikasi gizi jelek ke puskesmas untuk memperoleh asupan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK).
Merujuk Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZI Kesga) September 2026, sebaran stunting tertinggi di Pamekasan berpusat di wilayah Puskesmas Panaguan sebesar 5,37 persen (164 balita), disusul Puskesmas Tlanakan 4,42 persen (119 balita), dan Pegantenan 3,76 persen (98 balita).
Adapun kasus balita kurus (wasting) menyentuh nomor 1.476 anak (3,04 persen) dengan konsentrasi tertinggi di Puskesmas Waru (6,09 persen), Sopah (5,71 persen), dan Kadur (5,61 persen).
Sementara kategori berat badan kurang (underweight) menimpa 1.389 balita (2,73 persen), nan didominasi area Puskesmas Waru (6,66 persen), Teja (5,14 persen), dan Kadur (5,10 persen).
Dinkes Pamekasan memastikan monitoring berkala lewat jejaring puskesmas tetap diprioritaskan agar balita nan terindikasi masalah pertumbuhan segera mengantongi tindakan klinis intensif. (Sudur/Fine)

3 hari yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·