Bantuan Air Bersih di Sampang Diperluas hingga 7 Kecamatan

5 hari yang lalu 11

SAMPANG, koranmadura.com – Bantuan air bersih terus mengalir untuk penduduk terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Kamis, 8 Oktober 2026, kerjasama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berbareng Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Forum Sampang Sehat (FSS) kembali menyalurkan support air bersih bagi penduduk terdampak kekeringan ekstrem nan diprediksi tetap bakal berjalan cukup panjang.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Febrian Ihsan, mengatakan support tersebut disiapkan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung pemerintah wilayah dalam memenuhi kebutuhan air bersih di tengah krisis air akibat musim kemarau.

“Bantuan ini memang tidak bisa menyelesaikan semuanya, tetapi paling tidak dapat meringankan beban pemerintah wilayah dan masyarakat dalam menghadapi musibah kekeringan,” ujarnya.

Untuk meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan air bersih, SKK Migas berbareng KKKS menyiapkan sekitar 1 juta liter air bersih bagi penduduk terdampak kekeringan. Teknis distribusinya bakal dilakukan secara bertahap.

“Bahkan volume air untuk support air bersih ini berpotensi ditingkatkan dengan penyesuaian kebutuhan masyarakat di bawah,” katanya.

Tidak hanya support jangka pendek, pihaknya juga membuka pembahasan program jangka panjang berbareng Pemerintah Kabupaten Sampang. Hal itu mengingat persoalan kekeringan terjadi berulang setiap tahun.

“Ini memang jangka pendek. Untuk jangka panjang kelak kami coba memandang program apa nan bisa dilakukan dan diusulkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Sampang Sehat (FSS), Siti Farida, mengatakan support tersebut dapat memperluas cakupan pengedaran air bersih. Semula support menyasar lima kecamatan, sekarang diperluas menjadi tujuh kecamatan.

“Awalnya cakupannya untuk 5 kecamatan, namun sekarang kami menambah jangkauan menjadi 7 kecamatan,” ungkapnya.

Siti Farida merinci, lima kecamatan nan sebelumnya menjadi cakupan support meliputi Kecamatan Robatal, Kedungdung, Karang Penang, Sreseh, dan Tambelangan.

Dengan support nan ada, cakupan tersebut diperluas ke Kecamatan Banyuates dan Pangarengan. Distribusi air bersih dilakukan berasas permintaan melalui hotline.

“Namun prioritas diberikan kepada wilayah nan belum menerima bantuan. Jika kuota tetap tersedia, support dapat kembali disalurkan ke wilayah nan sebelumnya telah menerima pasokan. Sekali lagi, nan belum mendapatkan sama sekali, kami utamakan terlebih dahulu, baru kelak jika tetap ada kuota, maka wilayah nan sebelumnya sudah mendapatkan juga berkesempatan menerima kembali,” ujarnya.

Farida juga mengungkapkan, pada periode kedua ini, sasaran support diperluas ke pondok pesantren, madrasah, sekolah, masjid, dan musala nan memerlukan pasokan air bersih.

“Bantuan periode kedua ini, juga bakal menyasar ke tempat ibadah, sekolah, madrasah hingga ponpes,” terangnya.

Di tempat nan sama, Wakil Bupati Sampang H. Achmad Mahfudz memberikan apresiasi kepada seluruh pihak nan terlibat, seperti SKK Migas, KKKS, dan pihak-pihak lainnya.

Menurutnya, support kedaruratan berupa air bersih tersebut bakal berfaedah dan dapat meringankan beban masyarakat nan terdampak kekeringan.

“Semoga support ini dapat meringankan beban masyarakat nan terdampak kekeringan ekstrem. Dan kami berambisi kerjasama ini tidak berakhir sebagai support kedaruratan, melainkan dapat berkembang menjadi program jangka panjang nan dapat memberikan faedah berkepanjangan bagi masyarakat Kabupaten Sampang,” ungkapnya. (MUHLIS/DIK)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0