KABAR MADURA | Bisnis makeup artist (MUA) tidak selalu lahir dari rencana besar. Hal itu dialami Syifa’ Nuril Mushthafiyah, pemilik Arsy MUA, nan memulai upaya rias pengantin dan kecantikan setelah mendapat dorongan dari family suaminya.
Arsy MUA nan bertempat tinggal di Blok Gundal, Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep, resmi berdiri pada 23 Juni 2026.
Syifa’ mengaku, sebelum membuka upaya tersebut dia tidak pernah merencanakan untuk terjun ke bumi MUA. Namun, rayuan dari saudara-saudara suaminya akhirnya membuatnya berani mengambil langkah untuk membangun upaya sendiri.
“Awalnya tidak ada rencana untuk buka upaya MUA. Berawal dari rayuan saudara-saudara suami, akhirnya saya memberanikan diri untuk buka upaya MUA ini,” ujar Syifa’.
Menurutnya, membangun upaya MUA sebagai pendatang baru bukan perkara mudah. Selain kudu terus meningkatkan kemampuan, persaingan di bumi tata rias juga cukup banyak.
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya patah semangat. Syifa’ memilih menjadikan persaingan sebagai motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas hasil riasannya.
“Jujur, memang tidak mudah dan hasilnya belum maksimal. Tapi nan namanya mau sukses, kita kudu belajar, apalagi saya tetap pendatang baru di bumi MUA,” katanya.
Syifa’ juga menyadari bahwa setiap orang mempunyai selera berbeda dalam memilih jasa tata rias. Karena itu, dia tidak mau memaksakan hasil riasannya kepada calon pengantin maupun pelanggan.
“Makeup itu selera. Tidak kudu makeup di saya cocok juga di orang lain. Banyak pilihan dan memilih itu kewenangan para catin alias klien,” tuturnya.
Dia tidak mau membandingkan hasil riasannya dengan MUA lain. Baginya, kepuasan pengguna menjadi perihal nan lebih penting.
“Saya pribadi tidak mau mengistimewakan alias membangga-banggakan hasil makeup saya, apalagi membandingkan hasil makeup saya dengan orang lain. Suka dengan hasil saya silakan, tidak suka juga saya tidak memaksa,” jelasnya.
Di kembali keberaniannya membangun Arsy MUA, terdapat support besar dari sang suami. Menurut Syifa’, suaminya memberikan dukungan, baik tenaga maupun biaya, untuk membantu mengembangkan upaya tersebut.
Bahkan, pernah muncul kekhawatiran dalam dirinya ketika memandang biaya nan kudu dikeluarkan untuk membangun bisnis.
“Saya pernah tanya ke suami, ‘Yank, Anda keluarin semuanya buat upaya aku, kelak jika rupanya saya tidak bisa sukses bagaimana?’,” ungkapnya.
Sang suami justru memberikan jawaban nan membikin Syifa’ semakin termotivasi.
“Dia bilang, ‘Ya tidak apa-apa. Kalau buat upaya saya tidak pernah eman-eman sama biaya. Masalah berhasil, sukses alias tidak, itu semua sudah ada nan mengatur. nan krusial Anda belajar sungguh-sungguh. Masalah kandas alias tidak, tidak jadi masalah. nan krusial Anda sudah usaha’,” ceritanya.
Nasihat tersebut menjadi salah satu penyemangat bagi Syifa’ untuk tidak mudah menyerah. Dia berkomitmen terus belajar, meningkatkan kemampuan, sekaligus menjaga ibadah agar upaya nan dibangun dapat melangkah dengan baik dan penuh keberkahan.
Dukungan juga datang dari keluarga, mulai dari ummi, abi, kakak, adik hingga family dari pihak suami.
Syifa’ turut menyampaikan terima kasih kepada gurunya, Kiky dari Makeup by Zakiyah, nan telah memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam bumi tata rias.
“Terima kasih untuk pembimbing saya nan cantik, salah satu MUA terbaik di Sumenep, Kak Kiky. Terima kasih ilmunya. Semoga upaya Kakak tetap lancar,” ucapnya.
Melalui Arsy MUA, Syifa’ berambisi dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi setiap klien. Ia percaya, upaya tidak cukup hanya dengan kemampuan, tetapi juga memerlukan kemauan untuk terus belajar, support keluarga, serta doa.
“Intinya makeup itu selera masing-masing. Tidak semua orang bakal suka dengan hasil makeup kita. Jadi tergantung kliennya. nan krusial kita terus belajar dan memberikan nan terbaik,” pungkasnya. (ara/waw)

5 hari yang lalu
17








English (US) ·
Indonesian (ID) ·