Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

5 hari yang lalu 11

Pemateri dan seluruh peserta pertemuan mengenai pencegahan NAPZA pada remaja di Ballroom Hotel Cahaya Berlian, Kamis (8/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah penggunaan rokok, vape alias rokok elektronik, serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan unsur adiktif (NAPZA) di kalangan remaja.

Upaya tersebut dilakukan melalui aktivitas Penguatan Koordinasi Lintas Sektor dalam Pengawasan dan Pencegahan NAPZA pada Remaja nan digelar di Ballroom Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala BNN Kabupaten Sumenep nan mewakili Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Kombes Pol. Ferry Sandy Sitepu dan Koordinator Bidang SDGs Center Sri Widati.

Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifudin melalui Sekretaris Dinkes Pamekasan Mohamad Saidi mengatakan, remaja menjadi golongan nan perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan perilaku merokok, penggunaan vape, hingga penyalahgunaan NAPZA.

Menurutnya, paparan rokok dan rokok elektronik pada usia remaja dapat memengaruhi terbentuknya perilaku merokok. Sementara penyalahgunaan NAPZA dapat berakibat terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, hingga masa depan remaja.

“Oleh lantaran itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor perihal ini kepada remaja melalui keluarga, satuan pendidikan, akomodasi pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, masyarakat, dan juga kepada lembaga terkait,” ungkap Saidi.

Ia menyebutkan, hasil skrining nan dilakukan Dinkes Pamekasan menunjukkan sebanyak 29.097 remaja telah mengikuti skrining mengenai perilaku merokok. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.265 remaja teridentifikasi merokok.

Sementara untuk skrining mengenai NAPZA, sebanyak 1.450 remaja telah mengikuti pemeriksaan.

Data tersebut, kata Saidi, menjadi gambaran nan perlu mendapat perhatian bersama. Hasil skrining juga menjadi dasar untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, edukasi, penemuan dini, serta tindak lanjut sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sektor.

“Karena peduli terhadap masa depan remaja itu tugas kita semua, mulai dari keluarga, satuan pendidikan juga pemerintah,” katanya.

Melalui aktivitas tersebut, Dinkes Pamekasan mendorong peningkatan koordinasi dan komitmen lintas sektor dalam pengawasan rokok dan vape serta pencegahan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja.

Selain itu, aktivitas tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan penyalahgunaan NAPZA, sekaligus mendorong pengawasan terhadap penjualan dan peredaran rokok maupun rokok elektronik agar tidak mudah diakses anak dan remaja.

Dinkes Pamekasan berambisi koordinasi lintas sektor dapat terus diperkuat. Masing-masing pihak juga diharapkan mengoptimalkan tugas, fungsi, dan kewenangannya dalam memberikan perlindungan kepada anak dan remaja.

“Dan ini juga corak komitmen berbareng dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian persoalan rokok, vape/rokok elektronik, dan penyalahgunaan NAPZA pada remaja,” tandas Saidi. (enk/nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0