Dari Seblak ke Rebusan, Langkah Sederhana Memulai Gaya Hidup Sehat

3 hari yang lalu 10

KABAR MADURA | Seblak dengan kuah pedas, kerupuk kenyal, dan beragam tambahan topping memang susah ditolak. Apalagi jika disantap saat sore alias malam hari berbareng teman. Namun, ketika kebiasaan menyantap jajanan nan sama terus berulang, tidak ada salahnya mulai mencari pengganti makanan nan lebih sederhana.

Salah satunya dengan mengganti sebagian kebiasaan jajan seblak dengan makanan rebusan. Perubahan ini bukan berfaedah kudu langsung menghilangkan seblak dari daftar makanan favorit. Sebaliknya, mengurangi gelombang mengonsumsinya dan sesekali memilih makanan nan diolah lebih sederhana bisa menjadi langkah awal untuk mulai memperhatikan pola makan sehari-hari.

Seblak sendiri bukan berfaedah makanan nan kudu sepenuhnya dihindari. Hal nan perlu diperhatikan adalah langkah pengolahannya, bahan tambahan nan digunakan, ukuran porsi, serta seberapa sering makanan tersebut dikonsumsi. Prinsip gizi seimbang tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan, tetapi juga menganjurkan konsumsi beragam makanan dalam jumlah nan cukup dan teratur. Kementerian Kesehatan pun mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.

Sebagai alternatif, makanan rebusan menawarkan pilihan nan cukup beragam dan mudah disesuaikan dengan selera. Telur, jagung, kentang, ubi, kacang-kacangan, tahu, hingga jenis sayuran bisa diolah dengan langkah sederhana. Bahan-bahan tersebut juga dapat dikombinasikan agar menu nan dikonsumsi tidak terasa monoton.

Beralih ke makanan rebusan pun tidak kudu dilakukan melalui perubahan besar. Jika sebelumnya terbiasa membeli seblak setiap kali mau ngemil, misalnya, kebiasaan itu bisa mulai dikurangi secara bertahap. Pada kesempatan lain, telur rebus, jagung, ubi, alias sayuran bisa menjadi pilihan camilan nan lebih sederhana.

Menyiapkan makanan sendiri juga memberi kesempatan untuk lebih memperhatikan bahan nan dikonsumsi. Jumlah garam, saus, bumbu, hingga bahan tambahan lainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Meski begitu, makanan rebusan tidak serta-merta memenuhi seluruh kebutuhan gizi tubuh. Pola makan sehat tetap memerlukan ragam sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam jumlah nan seimbang.

Karena itu, memulai style hidup sehat tidak kudu dengan menerapkan patokan nan terlalu ketat. Mengurangi kebiasaan jajan secara perlahan dan memberi ruang lebih banyak bagi makanan nan diolah sederhana justru bisa menjadi langkah realistis untuk diterapkan dalam keseharian.

Seblak tetap bisa dinikmati tanpa kudu menjadikannya pilihan setiap kali mau jajan. Sesekali menggantinya dengan makanan rebusan dapat membantu membikin pola makan lebih beragam sekaligus membangun kebiasaan nan lebih sehat.

Sebab, style hidup sehat tidak selalu kudu dimulai dengan perubahan besar. Terkadang, langkah sederhana seperti memilih makanan nan berbeda dari biasanya sudah bisa menjadi awal nan baik, satu porsi demi satu porsi. (ina)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0