Digrebek saat Berduaan dengan Staf, Dinkes Sampang Bakal Panggil Kepala Puskesmas Robatal Pekan Depan

2 hari yang lalu 8

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KB Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini. (DOK. KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang mulai mengambil langkah menyikapi dugaan skandal asmara nan menyeret Kepala Puskesmas (Kapus) Robatal, dr. Benny Irawan, berbareng seorang perawat berinisial AA nan merupakan staf bawahannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KB Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menegaskan pihaknya berencana memanggil pihak-pihak mengenai pada pekan depan untuk meminta penjelasan atas persoalan tersebut.

“Untuk pemanggilan, kami rencanakan minggu depan guna meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait,” tegas dr. Lusi, Minggu (11/10/2026).

Ia mengatakan, Dinkes KB Sampang bakal menangani persoalan tersebut secara ahli dengan tetap berpatokan pada ketentuan nan berlaku. Menurutnya, setiap langkah kudu didasarkan pada kebenaran nan dapat dipertanggungjawabkan tanpa mengabaikan asas prasangka tak bersalah.

“Kami tetap mengedepankan asas prasangka tak bersalah dan bakal mengambil langkah sesuai kewenangan serta berasas kebenaran nan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dugaan hubungan terlarang tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar berita mengenai penyergapan nan dilakukan suami AA di ruang kerja dr. Benny di lingkungan Puskesmas Robatal. Peristiwa itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan diberitakan sejumlah media.

Di tengah perkembangan persoalan tersebut, Dinkes KB Sampang memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi perhatian utama.

Dokter Lusi menegaskan, persoalan nan melibatkan ketua akomodasi kesehatan tidak boleh sampai mengganggu kegunaan pelayanan Puskesmas Robatal.

Menurutnya, pihaknya bakal terus mencermati perkembangan kasus tersebut dan menindaklanjutinya sesuai kewenangan serta ketentuan nan berlaku.

Langkah tersebut diperlukan agar persoalan nan tengah menjadi sorotan publik dapat ditangani secara tepat tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat nan memerlukan pelayanan kesehatan.

“Yang paling krusial untuk dilakukan saat ini adalah memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Puskesmas Robatal tetap melangkah dengan baik,” jelasnya.

Selain proses klarifikasi, perkembangan persoalan ini juga berpotensi memengaruhi keberlangsungan kepemimpinan di Puskesmas Robatal. Dinkes KB Sampang membuka kemungkinan menunjuk pelaksana tugas sementara andaikan situasi dan kebutuhan organisasi mengharuskannya.

Dokter Lusi menyatakan, keputusan tersebut bakal mempertimbangkan perkembangan persoalan serta kondisi organisasi di lapangan. Penunjukan pelaksana tugas sementara dapat dilakukan sesuai ketentuan nan bertindak guna memastikan kegunaan manajemen dan pelayanan kesehatan tetap melangkah sebagaimana mestinya.

“Apabila diperlukan, kami bakal mengambil langkah sesuai ketentuan nan berlaku, termasuk penunjukan pelaksana tugas sementara agar kegunaan manajemen dan pelayanan di Puskesmas Robatal tetap melangkah dengan baik. nan terpenting, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” pungkasnya.

Hingga kini, dugaan skandal tersebut tetap menjadi perhatian publik, sementara penanganan lebih lanjut atas dugaan peristiwa itu menunggu perkembangan proses penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sampang.

Pemanggilan oleh Dinkes KB Sampang pada pekan depan menjadi langkah awal untuk memperoleh keterangan dari pihak-pihak mengenai sebelum menentukan tindak lanjut sesuai kewenangan dan ketentuan nan berlaku. (enk/nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0