Disdik Bangkalan Keluhkan Pelatihan Digitalisasi Tidak Terkaver APBD

12 jam yang lalu 4

KABAR MADURA | Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan mengeluhkan belum adanya support anggaran pendapatan dan shopping wilayah (APBD) untuk aktivitas training dan pengimbasan digitalisasi pembelajaran jenjang SMP. Padahal, aktivitas itu dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi pembimbing dalam memanfaatkan teknologi di ruang kelas.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Bangkalan, Muhaimin, mengakui, aktivitas pengimbasan pemanfaatan papan interaktif digital (PID) nan dilaksanakan bidangnya tidak dibiayai APBD. Agar program itu tetap berjalan, pihaknya berinisiatif menggelar pengarahan teknis (bimtek) dengan mengandalkan sumber daya dan support nan tersedia.

“Pengimbasan itu tidak dibiayai APBD, tetapi atas inisiatif kami sendiri untuk melakukan bimtek,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Muhaimin menjelaskan, Bidang SMP Disdik Bangkalan telah menyusun peta jalan digitalisasi pembelajaran. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemanfaatan papan interaktif digital (PID) sebagai media pembelajaran, tetapi juga mencakup peningkatan keahlian pembimbing dalam bagian teknologi, seperti coding, augmented reality (AR), virtual reality (VR), hingga pembuatan animasi pembelajaran.

Namun, keterbatasan support anggaran wilayah membikin pihaknya kudu mencari pengganti pembiayaan agar beragam program tersebut tetap terlaksana. Salah satu upaya nan dilakukan ialah menjajaki support pihak ketiga, termasuk melalui biaya tanggung jawab sosial perusahaan alias corporate social responsibility (CSR).

Disdik Bangkalan juga menggandeng Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk mendukung pengembangan digitalisasi pembelajaran. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu penyelenggaraan training di tengah belum tersedianya anggaran APBD untuk aktivitas pengimbasan.

Di sisi lain, Muhaimin menyebut, penyelenggaraan pengarahan teknis pemanfaatan PID di Bangkalan telah mencapai 95,8 persen. Berdasarkan dasbor info Direktorat SMP nan menangani digitalisasi pembelajaran, dari total 254 satuan pendidikan jenjang SMP, hanya tersisa tujuh sekolah nan belum mengikuti aktivitas pengimbasan.

Menurutnya, capaian tersebut tergolong signifikan dan menjadi nan tertinggi di Jawa Timur. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menuntaskan partisipasi seluruh sekolah agar sasaran 100 persen dapat tercapai.

“Kami mau memanggil kembali tujuh itu, kemudian kami lakukan treatment kembali,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0