KM/IST | PANGGUNG TRADISI: Festival Musik Tong-Tong tetap menjadi salah satu agenda prioritas dalam rangkaian Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep.KABAR MADURA | Festival Musik Tong-tong tetap menjadi salah satu event prioritas dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep. Kesenian tradisional unik Madura itu dinilai mempunyai daya tarik kuat untuk mempromosikan pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya wilayah kepada masyarakat luas.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Faruk Hanafi menyampaikan, peringatan Hari Jadi Sumenep tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut kudu dimanfaatkan untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah.
Salah satu upaya nan terus dipertahankan adalah Festival Musik Tong-tong. Kesenian nan identik dengan tabuhan musik perkusi unik Madura tersebut menjadi bagian krusial dalam almanak aktivitas budaya Sumenep.
Terlebih, Festival Musik Tong-tong telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah program promosi event unggulan pariwisata nasional. Hal itu menjadi kesempatan bagi Sumenep untuk memperluas promosi budaya hingga ke tingkat nasional.
“Musik Tong-tong merupakan salah satu kekuatan budaya Sumenep nan kudu terus kita jaga dan kembangkan. Event ini bukan hanya intermezo masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan identitas daerah,” ujar Faruk Hanafi.
Menurutnya, rangkaian Hari Jadi ke-758 Sumenep juga mempunyai sejumlah agenda budaya nan sarat nilai sejarah dan tradisi. Di antaranya Haul Raja-Raja Sumenep serta prosesi Arya Wiraraja nan menjadi bagian krusial dalam peringatan puncak Hari Jadi Sumenep.
Kegiatan tersebut mempunyai karakter dan nilai tersendiri. Festival Musik Tong-tong menghadirkan kemeriahan sekaligus produktivitas seni masyarakat, sedangkan Haul Raja-Raja dan prosesi Arya Wiraraja menjadi pengingat perjalanan sejarah serta akar kebudayaan Sumenep.
Karena itu, rangkaian aktivitas Hari Jadi diharapkan bisa menyatukan aspek hiburan, pelestarian budaya, dan promosi wisata dalam satu momentum.
Faruk menegaskan, pelestarian budaya kudu melangkah beriringan dengan upaya memperkenalkan potensi wilayah kepada wisatawan. Dengan begitu, event budaya tidak hanya ramai saat pelaksanaan, tetapi juga memberikan akibat lebih luas bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
“Harapan kami, aktivitas budaya seperti ini terus mendapat support masyarakat. Selain menjaga warisan leluhur, kita mau semakin banyak orang mengenal Sumenep melalui kekayaan seni, sejarah, dan tradisinya,” tandasnya. (ara/waw)

1 minggu yang lalu
11









English (US) ·
Indonesian (ID) ·