Hama Burung, Hasil Panen Padi Ketiga di Bangkalan Menurun

1 hari yang lalu 3

BANGKALAN, koranmadura.com – Serangan (benih)penyakit burung pipit menyebabkan hasil panen padi pada musim tanam ketiga di Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menurun dibandingkan musim tanam sebelumnya.

Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan memantau proses panen padi tersebut pada Senin, 12 Oktober 2026.

Plt. Kepala DP2KP Bangkalan, C. Henry Kusuma Karyadinata, mengatakan pemerintah kabupaten terus berupaya memaksimalkan produktivitas lahan sawah agar dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

“Salah satu nan sukses saat ini di Tunjung, Burneh, hari ini adalah panen padi di masa tanam ketiga,” katanya, Senin 12 Oktober 2026.

Meski demikian, hasil panen kali ini mengalami penurunan dibandingkan musim tanam kedua. Kondisi tersebut dipengaruhi serangan (benih)penyakit burung pipit nan mengganggu pertumbuhan dan hasil produksi padi petani.

“Ada (benih)penyakit burung, jadi hasil panennya tetap belum sesuai dengan perencanaan awal,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengukuran ubinan, produktivitas padi di lahan seluas sekitar 6,6 hektare tersebut mencapai 7,46 ton per hektare, dengan hasil ubinan 4,66 kilogram. Jika tidak terdampak serangan (benih)penyakit burung, produktivitas diperkirakan dapat menyamai hasil panen musim tanam kedua nan mencapai sekitar 8 ton per hektare.

Meski hasil panen belum maksimal, Henry menilai penyelenggaraan musim tanam ketiga tetap menjanjikan. Karena itu, pihaknya terus mendorong petani memanfaatkan musim tanam tersebut agar lahan sawah tetap produktif.

“Hasilnya tetap menjanjikan. Oleh lantaran itu, kami terus mendorong para petani memanfaatkan musim tanam ketiga agar lahan tetap produktif,” tutupnya. (MAHMUD/DIK)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0