SAMPANG, koranmadura.com – Kecelakaan maut nan melibatkan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi L 6180 DAO dan pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi M 8674 WD di akses Jalan Lingkar Selatan (JLS) Sampang mengakibatkan dua pelajar nan berboncengan sepeda motor tersebut meninggal dunia.
Kedua korban diketahui berjulukan Salman Al Farisi (17), pengemudi sepeda motor asal Desa Plakaran, dan Selvia Ramadhani (18), pembonceng asal Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik.
Berdasarkan info nan dihimpun, kecelakaan diduga terjadi ketika Salman berbual berbareng Selvia saat berkendara. Sepeda motor nan mereka tumpangi kemudian oleng ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan dan berbenturan dengan pikap nan melintas.
Pikap Mitsubishi L300 tersebut dikemudikan Moh Jeky Wahyudi, penduduk Desa Lalangon, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep. Pengemudi pikap diduga tidak mempunyai cukup ruang untuk menghindari tabrakan.
“Diduga lantaran berbual berbareng kawan nan diboncengnya di saat berkendara. Akibatnya, kendaraan sepeda motornya tidak terasa oleng ke arah kanan. Sedangkan dari arah berlawanan, melaju kendaraan pikap Mitsubishi L300 nan dikemudikan Moh Jeky Wahyudi, asal Desa Lalangon, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep. Karena tidak cukup ruang untuk mengelak maka terjadilah kecelakaan. Dan pengendara Scoopy Salman Al Farisi mengalami luka berat dan meninggal dunia,” katanya.
Sementara itu, Agus Hendra Purnomo, penduduk Desa Jungkarang, mengatakan kedua korban merupakan pelajar nan tetap duduk di bangku kelas XII dan XI SMAN Torjun.
“Kebetulan nan wanita itu tetangga dan kawan sekelas anak saya. Dan tadi siang telah dilakukan prosesi pemakaman. Semoga pihak family terutama orang tua diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya. (MUHLIS/DIK)

3 hari yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·