Kekeringan Meluas, FSS Perluas Program Sejuta Liter Air di Sampang

5 hari yang lalu 11

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Forum Sampang Sehat (FSS) terus memperluas jangkauan program Sejuta Liter Air bagi masyarakat nan terdampak musibah kekeringan.

Perluasan penyaluran support tersebut ditandai dengan pelepasan secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Sampang Akhmad Mahfudz, didampingi Plt Sekda, sejumlah kepala organisasi perangkat wilayah (OPD), pengurus FSS, serta perwakilan SKK Migas-KKKS Jabanusa.

Pelepasan secara simbolis itu berjalan di Pendopo Trunojoyo Sampang, Kamis (8/10/2026).

Wabup Sampang Akhmad Mahfudz menerangkan, dari 14 kecamatan nan ada di Sampang, terdapat tujuh kecamatan nan terdata mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membikin krisis air bersih telah meluas hingga mencakup sekitar separuh wilayah Kabupaten Sampang.

Oleh karena itu, penanganan kekeringan memerlukan upaya berbareng dan tindakan nyata dari seluruh pihak terkait.

Ra Mahfudz juga menekankan pentingnya merumuskan solusi jangka panjang nan berkelanjutan, seperti pembangunan embung dan tandon komunal. Langkah itu dinilai perlu dilakukan di samping penyaluran support air bersih nan terus berjalan.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak mengenai atas support dan support dalam terealisasinya program Sejuta Liter Air ini. Semoga support ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan di beragam wilayah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum FSS, Siti Farida, mengatakan, penyaluran program Sejuta Liter Air terus diperluas ke sejumlah kecamatan. Jika sebelumnya support itu mencakup lima kecamatan, sekarang jangkauannya bertambah menjadi tujuh kecamatan.

Lima kecamatan nan sebelumnya menjadi sasaran program itu ialah Robatal, Kedungdung, Karangpenang, Sreseh, dan Tambelangan. Kini, FSS menambah titik penyaluran di Kecamatan Banyuates dan Pangarengan.

Penyaluran support air bersih dilakukan berasas permintaan masyarakat terdampak melalui hotline kekeringan nan disediakan.

“Untuk periode kedua ini, kami juga mendiskusikan support air untuk lembaga pendidikan berupa pondok pesantren, madrasah alias sekolah, selain itu ke tempat-tempat ibadah seperti musholah dan masjid,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Febrian Ihsan, menyampaikan, tindakan sosial melalui penyaluran support air bersih ini merupakan corak tanggung jawab moral sekaligus kepedulian nyata industri hulu migas.

Menurutnya, support itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim tandus dan kondisi kekeringan nan melanda sejumlah wilayah di Sampang.

“Bantuan air bersih ini merupakan corak kepedulian nyata hulu migas untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air bersih di tengah kondisi musim tandus dan kekeringan nan melanda beragam wilayah di Sampang ini,” paparnya. (sub/zul)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0