Semarang, (Media Madura) – Kunjungan Hj. Ansari ke Sekolah Rakyat di Tembalang, Kota Semarang, menyisakan momen haru. Ia tersentuh mendengar kisah Andini nan tetap senang berguru di tengah keterbatasan keluarga. Bahkan, sejumlah anak tampak enggan berpisah saat Hj. Ansari hendak meninggalkan lokasi.
Andini merupakan salah satu siswi nan ditemui Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari wilayah pemilihan Jawa Timur XI Madura Raya tersebut. Di kembali keceriaannya, Andini menyimpan kisah hidup nan tidak mudah.
Ibunya meninggal bumi saat dia berumur enam tahun, sedangkan ayahnya sekarang menjalani balasan penjara dalam kasus narkoba.
Meski demikian, Andini mengaku senang bisa berguru dan mempunyai banyak teman. Kebahagiaan sederhana itu membekas di hati Ansari.
Baginya, setiap anak berkuasa mendapatkan pendidikan, perhatian, dan kesempatan untuk meraih masa depan nan lebih baik, apa pun latar belakang keluarganya.
Dengan penuh kehangatan, Hj. Ansari memberikan motivasi kepada Andini dan anak-anak lainnya agar giat belajar, tetap bersemangat, serta tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.
“Sebagai ibu, saya merasa sangat terharu memandang anak-anak ini. Semoga mereka mendapatkan pendidikan nan tepat di Sekolah Rakyat ini sehingga kelak menjadi khairunnas anfa’uhum linnas,” ungkap Hj. Ansari.
Ungkapan tersebut mengandung angan agar anak-anak kelak tumbuh menjadi pribadi nan berfaedah bagi sesama.
Kedekatan Hj. Ansari dengan anak-anak bukanlah perihal baru. Sebelum menjadi personil DPR RI, dia pernah mengabdikan diri sebagai pembimbing PAUD di salah satu lembaga pendidikan swasta di Pamekasan selama belasan tahun.
Pengalaman itu membuatnya memahami pentingnya perhatian dan support dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Namun, pertemuannya dengan para siswa Sekolah Rakyat kali ini tetap meninggalkan kesan tersendiri.
Hj. Ansari memandang antusiasme anak-anak ketika disapa dan diajak berbincang. Bahkan, saat rombongan hendak berpamitan, beberapa siswa tetap terus mendekat, seolah belum mau mengakhiri kebersamaan tersebut.
Bagi Hj. Ansari, perhatian sederhana seperti menyapa, mendengarkan cerita, dan memberikan semangat dapat berfaedah besar bagi anak-anak.
Dalam kunjungan itu, Hj. Ansari juga sempat mengira Andini adalah anak laki-laki lantaran rambutnya dipotong pendek dan tidak mengenakan anting. Ia kemudian mengetahui bahwa penampilan serupa juga dijumpainya pada sejumlah siswa lain sebagai bagian dari upaya sekolah menjaga kebersihan.
Kunjungan ke Sekolah Rakyat di Jalan Pengkol Raya Nomor 22, Rowosari, Kecamatan Tembalang, tersebut merupakan bagian dari peninjauan langsung terhadap kondisi letak serta kesiapan sarana dan prasarana pendidikan.
Di kembali agenda itu, perjumpaan dengan Andini dan anak-anak lainnya menjadi pengalaman nan paling membekas bagi Hj. Ansari.
Pihaknya berambisi Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan menata masa depan.
Menurutnya, kesulitan family tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak untuk meraih cita-cita. Dengan pendidikan nan tepat dan lingkungan nan mendukung, setiap anak mempunyai kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi nan berdikari dan berfaedah bagi masyarakat.
“Harapan itu sejalan dengan ungkapan khairunnas anfa’uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah nan paling berfaedah bagi manusia lainnya,” pungkas Hj. Ansari. (*/Znl)

3 hari yang lalu
12








English (US) ·
Indonesian (ID) ·