Lahan Sekolah Rakyat Pamekasan Mengarah ke Campor, Pembangunan Dibidik 2027

3 hari yang lalu 15

KABAR MADURA | Pengadaan lahan untuk program Sekolah Rakyat (SR) di Pamekasan terus berproses. Saat ini, tim mengenai berfokus melengkapi arsip perencanaan sebagai salah satu persyaratan sebelum pengadaan lahan memasuki tahapan berikutnya.

Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH), Lukman Hakim, mengatakan bahwa sejumlah arsip nan dibutuhkan dalam proses pengadaan lahan tetap dalam tahap penyusunan dan pelengkapan.

Menurutnya, arsip perencanaan tidak hanya mencakup usulan pengadaan tanah, tetapi juga sejumlah arsip dasar nan menjadi persyaratan. Di antaranya, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), serta arsip pendukung lainnya.

“Karena ini sistemnya pengadaan kudu ada arsip perencanaan. Di dalamnya ada pengusulan pengadaan tanah. Dan dalam arsip perencanaan itu, ada arsip dasar,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Lukman menjelaskan, proses pengadaan lahan Sekolah Rakyat terdiri atas beberapa tahapan utama, ialah perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyerahan hasil. Setiap tahapan mempunyai persyaratan tersendiri nan kudu dipenuhi agar proses pengadaan melangkah sesuai ketentuan.

Sebab itu, kelengkapan arsip menjadi salah satu aspek krusial nan kudu diselesaikan sebelum proses bersambung ke tahap berikutnya. Pihaknya menargetkan penyusunan arsip perencanaan tersebut rampung pada Oktober 2026.

Terkait lokasi, Lukman menyebut, pengadaan lahan Sekolah Rakyat di Pamekasan sekarang mengerucut ke Desa Campor, Kecamatan Proppo. Penyelesaian arsip perencanaan sesuai sasaran diharapkan membuka kesempatan agar pembangunan dapat dimulai pada 2027.

“Untuk lahan sudah mengerucut ke Desa Campor, Kecamatan Proppo. Target perencanaan Oktober selesai. Sehingga bisa ikut pembangunan di tahun 2027,” tutupnya. (nur/zul)

Iklan Madura United

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0