Leher Pelajar SMAN 2 Bangkalan Terlilit Kabel, Kesetrum dan Jatuh ke Proyek Gorong-gorong

6 hari yang lalu 15

KABAR MADURA | Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bangkalan, Ibra Ali Abu Rizki (18), mengalami luka setelah lehernya terlilit kabel nan diduga tersangkut pada bus saat melintas di area lampu merah sebelah utara Pasar Seninan, Bangkalan, Rabu (7/10/2026).

Peristiwa itu terjadi ketika Ibra dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju rumahnya nan berada di arah Alun-alun Bangkalan. Saat kejadian, di sekitar letak sedang berjalan pengerjaan proyek gorong-gorong.

Ibra menuturkan, dirinya awalnya tidak menyadari adanya kabel nan menjuntai di atas jalan. Saat sebuah bus melintas, kabel itu diduga tersangkut hingga terjatuh dan mengenai Ibra nan sedang mengendarai sepeda motor.

“Tadi kejadian pas pulang sekitar jam 15.30 WIB sampai 16.00 WIB. Lewat kota, Seninan itu dari SMAN 2 Bangkalan ke arah alun-alun,” ungkapnya, Rabu (7/10/2026).

Kabel itu kemudian melilit leher Ibra. Dia mengaku sempat tersengat listrik hingga terjatuh ke area proyek nan berada di sisi kanan jalan.

“Saya kesetrum oleh kabel itu dan saya jatuh ke area proyek nan ada di sebelah kanan. Posisi saat itu saya berkendara sendiri,” tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, Ibra mengalami tegang dan luka bakar pada bagian leher. Dia juga mengalami luka pada siku, sesak napas, hingga sempat mengalami penurunan kesadaran.

“Tadi sempat dibantu oksigen lantaran sesak,” tambahnya.

Ibra kemudian mendapat pertolongan dari sejumlah siswa dan pembimbing SMAN 2 Bangkalan nan berada di sekitar lokasi. Selanjutnya, dia dibawa ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan menggunakan kendaraan pikap milik pekerja proyek.

Hingga saat diwawancarai, kondisi Ibra tetap mengalami kram dan kebas pada tangan serta kaki. Dia apalagi mengaku sempat kesulitan menggerakkan personil tubuhnya.

“Di UGD sejak jam 4 sore sampai jam 9 malam, baru pindah ke ruang rawat inap,” jelasnya.

Sementara itu, ibu korban, Kun Budiati (53), berambisi penyebab kejadian tersebut dapat segera diketahui, termasuk pihak nan bertanggung jawab atas kabel nan menjuntai hingga ke badan jalan.

Kun mengaku belum mengetahui jenis kabel nan melilit leher anaknya, apakah merupakan kabel jaringan internet alias kabel lainnya. Namun, dia menyebut, kondisi kabel semakin menjuntai setelah adanya pekerjaan gorong-gorong dan pemotongan pohon di sekitar lokasi.

“Kabelnya tidak tahu kabel wifi alias bukan. Sebelumnya bus lewat aman-aman, dan ada pengerjaan gorong-gorong juga pemotongan pohon dan kabel semakin menjuntai,” paparnya.

Atas kejadian tersebut, pihak family juga telah melaporkan ke Satlantas Polres Bangkalan.

Sedangkan berasas keterangan perawat nan menangani korban, Firman Ade Pratama, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya peningkatan sel darah putih.

“Ini ada jangkitan dari lukanya bisa, alias dari sebelumnya sakit apa mungkin bisa. Kalau lainnya normal semua, HB, trombosit,” jelasnya.

Untuk sementara, korban tetap menjalani observasi dan belum ada rencana tindakan medis lanjutan dari master penanggung jawab.

“Dari master penanggung jawabnya belum ada rencana tindakan apa-apa, sebatas observasi saja. Dari rekam jantung juga insya Allah aman,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0