Mayoritas Gudang Tembakau Pamekasan Tutup, Hanya 15 Masih Beroperasi

1 hari yang lalu 4

KABAR MADURA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mencatat sebagian besar penyimpanan tembakau di Pamekasan telah menghentikan operasionalnya alias telah tutup.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan, Rayhan Akbar, mengungkapkan bahwa dari total sekitar 60 penyimpanan nan mengusulkan permohonan, saat ini hanya tersisa sekitar 15 penyimpanan nan tetap beroperasi.

“Sekarang tinggal kurang lebih 15 nan buka dari total kurang lebih 60 nan mengusulkan izin pembelian,” ungkapnya, Senin (12/10/2026).
Di mengatakan bahwa hingga 11 Oktober 2026, total serapan tembakau di Pamekasan telah mencapai 43.819.779 kg alias sekitar 43.819 ton, dengan 15 penyimpanan nan tetap aktif mengadakan pembelian.

Rayhan menjelaskan bahwa tidak ada sasaran unik alias batas waktu tertentu dari pemerintah wilayah mengenai agenda penutupan penyimpanan tembakau tersebut.

Karena, kata Rayhan, operasional penyimpanan sepenuhnya berjuntai pada kesiapan modal, sasaran pembelian, dan kriteria kualitas tembakau nan ditentukan oleh masing masing pemilik gudang.

“Alasan tetap bukanya mereka, ya mungkin uangnya tetap ada dan kualitas mungkin tetap memenuhi. Target mereka juga masing-masing ada,” tambahnya.

Rayhan juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak menetapkan sasaran kuota serapan bagi penyimpanan gudang tersebut. Pembelian tembakau murni mengikuti sistem upaya dan finansial internal perusahaan alias pemilik gudang.

“Pemkab tidak punya target, lantaran ini kan tembakau sesuai dengan finansial mereka masing-masing. Tidak ada duit negara nan masuk ke gudang. Pemerintah hanya membatasi sesuai dengan perda dan HPP (Harga Pokok Production),” tegasnya.

Mengenai pengawasan di lapangan, dia memastikan aktivitas pemantauan tersebut melangkah lancar tanpa kendala, nan mana pengawasan dilakukan secara berkala nan menyesuaikan dengan aktivitas penyimpanan nan mulai berkurang.

“Pengawasan sejauh ini alhamdulillah tidak ada kendala. Kami pengawasan seminggu bisa satu alias dua kali, lantaran penyimpanan sudah banyak nan tutup,” tutupnya. (fit/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0