Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

2 hari yang lalu 9

Joki mengendalikan sapi di laga karapan sapi Kabupaten Pamekasan di lapangan Murtajih, Minggu (11/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pagelaran karapan sapi tingkat Kabupaten Pamekasan dalam rangka memperingati Hari Jadi (Harjad) ke-496 Kabupaten Pamekasan tahun 2026 tetap berjalan meski tanpa support anggaran dari pemerintah kabupaten.

Sebanyak 48 pasang sapi ambil bagian dalam perlombaan nan digelar di Lapangan Murtajih pada Minggu (11/10/2026), dengan pembiayaan aktivitas ditanggung melalui iuran peserta.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan karapan sapi tahun ini. Meski demikian, aktivitas tersebut tetap terlaksana berkah komitmen Pakar Sakera Kabupaten Pamekasan berbareng para peserta nan bersedia menanggung kebutuhan pembiayaan melalui iuran sebesar Rp2,5 juta per pasang sapi.

Ketua Pakar Sakera Kabupaten Pamekasan, Moch. Fakhrurrozi, berambisi pemerintah wilayah melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan kembali menganggarkan aktivitas karapan sapi pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, support pemerintah sangat diperlukan agar tradisi budaya unik Madura tersebut dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.

“Jadi, tolong tahun-tahun berikutnya Disporapar Pamekasan bisa menganggarkan kembali untuk aktivitas karapan sapi ini,” ungkap Moch. Fakhrurrozi.

Rozi menjelaskan, iuran nan dibebankan kepada peserta tidak hanya digunakan untuk membiayai sejumlah bingkisan dalam perlombaan tingkat kabupaten, tetapi juga untuk memenuhi tanggungan sebesar Rp100 juta bagi penyelenggaraan Piala Presiden mendatang.

Sementara itu, pemerintah hanya menyediakan dua unit mobil untuk Piala Presiden, sedangkan total kebutuhan bingkisan dan pembiayaan lainnya mencapai Rp640 juta nan kemudian dibagi kepada masing-masing kabupaten.

Menurut Rozi, Ketua Umum Pakar Sakera Pusat, Moh. Tohir, telah memberikan sumbangan sebesar Rp240 juta untuk mendukung kebutuhan tersebut. Dengan demikian, tetap terdapat kekurangan biaya sebesar Rp400 juta nan dibagi kepada kabupaten-kabupaten di Madura, sehingga masing-masing kabupaten mempunyai tanggungan sebesar Rp100 juta.

“Maka dengan perihal itu teman-teman Pakar Sakera di Madura sepakat untuk tidak menyeleksi tingkat kawedanan dan langsung ke tingkat kabupaten dengan catatan mengambil 48 pasang dan per sapinya itu dikenakan iuran Rp2,5 juta untuk memenuhi kebutuhan nan Rp100 juta itu,” jelasnya.

Adapun bingkisan nan disiapkan dalam pagelaran karapan sapi tingkat Kabupaten Pamekasan tahun ini di antaranya dua unit sepeda motor dan satu unit sepeda listrik.

Penyediaan bingkisan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pakar Sakera Kabupaten Pamekasan untuk memastikan tradisi karapan sapi tingkat kabupaten tetap terselenggara meskipun tidak memperoleh alokasi anggaran dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Pamekasan, Khairul Komar, membenarkan bahwa aktivitas karapan sapi tahun ini tidak mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah kabupaten.

Hal tersebut disebabkan anggaran untuk peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan tahun ini hanya sebesar Rp100 juta, sehingga dinilai tidak mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan penyelenggaraan karapan sapi.

“Itu Pakar Sakera nan mengadakan, kami tidak ada anggaran. Kami hanya memfasilitasi saja,” pungkasnya, Kamis (1/10/2026). (enk/nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0