Pemkab Sumenep Gelontorkan Rp3,38 Miliar untuk Perluasan Tugu Keris

4 hari yang lalu 11

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelontorkan anggaran Rp3,38 miliar untuk memperluas area Tugu Keris di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan. Proyek nan dibiayai melalui perubahan anggaran finansial (PAK) APBD Sumenep 2026 itu ditargetkan mulai dikerjakan November dan rampung pada Desember 2026. 

Berdasarkan penelusuran pada laman , total pagu nan disiapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep mencapai Rp3.389.755.889. 

Anggaran tersebut terbagi untuk tiga komponen. Rinciannya, Rp3.167.276.204 untuk pekerjaan perluasan, Rp99.768.283 untuk pengawasan teknis, serta Rp122.671.102 untuk perencanaan teknis. 

Besarnya anggaran tersebut salah satunya dipengaruhi luasan lahan nan bakal ditangani. Pemkab Sumenep menyiapkan ekspansi area Tugu Keris hingga sekitar satu hektare. 

Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Gedung Dinas PUTR Sumenep, Indra Aprianto, mengatakan pekerjaan ekspansi bakal diarahkan ke sisi barat area Tugu Keris. 

“Pekerjaan itu bakal memperluas lahan Tugu Keris ke arah barat untuk pengurugan dan pemasangan paving,” ucapnya, Kamis (8/10/2026). 

Menurutnya, kebutuhan anggaran cukup besar lantaran kondisi lahan nan bakal dikerjakan tidak mempunyai elevasi nan sama. Pemkab kudu melakukan pengurugan dengan ketebalan berbeda di sejumlah titik. 

“Selain itu, elevasi nan bakal dikerjakan juga berbeda. Ada nan 1 meter, 1,5 meter hingga 2 meter nan kudu diurug di lahan seluas satu hektare itu,” bebernya. 

Perluasan area tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbesar area Tugu Keris. Pemkab Sumenep memproyeksikannya sebagai lokasi wisata sekaligus rest area bagi masyarakat maupun visitor dari luar daerah. 

Konsep nan disiapkan juga cukup besar. Kawasan tersebut nantinya diarahkan menjadi ruang untuk memperkenalkan beragam produk lokal Sumenep, mulai dari UMKM, kebudayaan, kerajinan tangan hingga produk unik seperti keris dan batik. 

“Tamu alias visitor itu kelak bisa menikmati produk UMKM, kebudayaan dan kerajinan tangan, seperti keris dan batik nan bakal dipajang di sana,” imbuh Indra. 

Pemkab berambisi pengembangan area tersebut tidak hanya mempercantik area Tugu Keris, tetapi juga bisa menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. 

Indra menyebut pengembangan area itu sengaja diarahkan agar aktivitas ekonomi dan kunjungan wisata tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan. 

“Jadi, tujuan lain dari ekspansi itu agar perekonomian tidak berpusat di kota,” jelasnya. 

Meski konsep area wisata telah disiapkan, tidak seluruh akomodasi pendukung bakal dibangun berbarengan dengan proyek ekspansi tahun ini. 

Ke depan, area tersebut direncanakan dilengkapi food court, tourist information dan sejumlah sarana penunjang lainnya. Namun, pembangunan akomodasi tersebut tetap bakal dilakukan secara berjenjang pada tahun berikutnya. 

“Karena kelak bakal dibangun food court, turis info dan beberapa sarana penunjang. Tapi, itu tidak bakal dikerjakan tahun ini, mungkin tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya. 

Dengan demikian, proyek tahun 2026 lebih difokuskan pada penyiapan dan ekspansi kawasan, terutama pengurugan lahan dan pemasangan paving. 

Saat ini, proyek tersebut tetap berada pada tahap finalisasi perencanaan. Setelah tahapan tersebut rampung, pekerjaan bentuk ditargetkan segera dimulai. 

“Kami targetkan awal November 2026 sudah mulai proses bentuk dan Desember 2026 selesai,” beber Indra. (ara/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0