Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Putar Balik dari Israel Gara-Gara Pilot WNI!

15 jam yang lalu 4
Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Putar Balik dari Israel Gara-Gara Pilot WNI!

PortalMadura.com–

Sebuah pesawat kargo milik Ethiopian Airlines terpaksa memutar kembali dan membatalkan penerbangannya ke Israel setelah otoritas setempat melarang pesawat tersebut mendarat. Larangan ini dikeluarkan lantaran sang kapten pesawat diketahui merupakan penduduk negara Indonesia (WNI), menyusul pengetatan patokan keamanan penerbangan menyusul kejadian percobaan pembajakan beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan dari The Times of Israel dan Channel 13 nan dirilis pada awal pekan ini, kejadian tersebut bermulai ketika pihak Ethiopian Airlines mengirimkan daftar manifes kru kabin kepada otoritas penerbangan Israel. Namun, info awak kapal tersebut diserahkan setelah pesawat sudah lepas landas, sehingga pesawat terpaksa diperintahkan putar kembali saat tetap berada di udara pada Minggu (11/10) malam.

Situs buletin lokal Ynet melengkapinya dengan info bahwa pesawat tersebut terpaksa kembali ke basisnya di Addis Ababa, Ethiopia. Sebelum mendarat kembali, pesawat kudu membuang sebagian bahan bakar di laut. Pihak maskapai kemudian mengganti pilot tersebut dengan awak lain nan mempunyai izin resmi untuk mendarat di wilayah Israel.

Kebijakan penolakan ini merupakan buah dari pengetatan patokan nan baru saja diberlakukan oleh Kementerian Perhubungan Israel. Pemerintah setempat sekarang secara tegas melarang maskapai asing memasukkan kru penerbangan nan berasal dari negara-negara nan tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.

Langkah drastis ini diambil setelah kejadian keamanan serius pada 30 September lalu, ketika seorang pilot asal Oman nan menerbangkan maskapai Flydubai mencoba melakukan pembajakan dan menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion. Aksi pidana tersebut sukses digagalkan setelah para penumpang melakukan intervensi langsung usai sang pilot menikam kopilotnya.

Dari hasil investigasi pasca-insiden, terungkap celah keamanan di mana Kementerian Perhubungan Israel selama bertahun-tahun dinilai lalai dalam memverifikasi latar belakang awak maskapai asing. Awak pesawat dari negara-negara seperti Iran, Irak, Lebanon, Pakistan, hingga negara tanpa hubungan diplomatik sebelumnya dapat dengan mudah terbang menuju Israel.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kementerian Perhubungan Israel pekan lampau resmi menerbitkan izin baru nan melarang penduduk negara dari negara-negara musuh alias tanpa hubungan diplomatik untuk menjadi pilot, awak kabin, maupun melakukan perjalanan penerbangan komersial ke wilayah Israel.

Otoritas perhubungan setempat menegaskan bakal terus melakukan pertimbangan dan pemantauan berkala guna memastikan seluruh operator maskapai internasional mematuhi prosedur keamanan baru demi mencegah potensi ancaman di wilayah udara Tel Aviv.

Navigasi pos

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0