Pompa P2AT Tragah Kembali Berfungsi Setelah 13 Tahun

5 hari yang lalu 10

BANGKALAN, koranmadura.com – Pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di Kecamatan Tragah, Bangkalan, kembali beraksi setelah 13 tahun tidak berfungsi. Pompa tersebut sebelumnya berakhir digunakan sejak 2014.

Pengoperasian kembali pompa dimulai 3 Oktober 2026. Pompa berkapasitas 378 liter per detik itu sekarang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air pertanian di Kecamatan Tragah nan selama ini mengalami keterbatasan kesiapan air.

Selama pompa tidak berfungsi, sebagian petani di Tragah tetap mengandalkan curah hujan. Kondisi tersebut membikin pola tanam berjuntai pada musim dan membatasi kesempatan peningkatan produktivitas pertanian.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim mengatakan keberadaan jaringan irigasi membikin petani tidak lagi sepenuhnya berjuntai pada musim penghujan. Lahan pertanian pun berkesempatan ditanami lebih dari sekali.

“Kalau sebelumnya petani menunggu musim hujan, dengan adanya jaringan irigasi ini bisa meningkatkan intensitas tanam. Jadi tidak hanya mengandalkan satu musim dalam setahun,” ujarnya, Kamis, 8 Oktober 2026.

Pompa tersebut sebelumnya terkendala biaya operasional nan cukup besar. Pemkab Bangkalan berbareng Dinas PUPR dan golongan tani kemudian mendorong perbaikan hingga akomodasi tersebut kembali berfungsi.

Lukman, kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu, meminta masyarakat sekitar merawat pompa dan jaringan irigasi tersebut agar tidak kembali terbengkalai.

“Ini kudu dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai setelah diperbaiki kemudian tidak dirawat,” tegasnya. (MAHMUD/DIK)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0