Proyek Jalan Madupat–Omben Rp3,9 Miliar Disorot, Praktisi Sipil Dorong Uji Mutu U-Ditch

3 hari yang lalu 10

Papan info Proyek Jalan Madupat–Omben. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Kualitas pekerjaan saluran beton U-Ditch dalam proyek peningkatan struktur Jalan Madupat–Omben, Kabupaten Sampang, perlu diperiksa lebih lanjut.

Sejumlah kondisi bentuk nan terlihat di lokasi, mulai dari kerusakan pada ujung beton hingga celah antarelemen saluran, menjadi argumen perlunya pemeriksaan teknis untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi kontrak.

Praktisi teknik sipil menjelaskan, mutu bangunan U-Ditch tidak cukup dinilai hanya dari tampilan beton nan terlihat kokoh. Kualitas beton, tulangan besi, kondisi tanah dasar, ketepatan pemasangan, hingga penanganan sambungan antarelemen merupakan aspek krusial nan menentukan kekuatan dan ketahanan konstruksi.

Menurutnya, saluran U-Ditch nan dipasang di sisi jalan tidak hanya berfaedah mengalirkan air hujan, tetapi juga perlu mendukung kestabilan tanah di sekitarnya agar tidak mudah terkikis dan mengganggu badan jalan.

“Mutu beton, ketepatan pemasangan, dan kondisi tanah dasar kudu diperhatikan secara bersamaan. Kalau salah satu tidak memenuhi persyaratan, daya tahan bangunan bisa terganggu,” jelasnya.

Ia menerangkan, kekuatan beton pracetak kudu sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis nan tercantum dalam perjanjian pekerjaan. Untuk komponen nan dirancang menerima beban struktural, mutu beton, dimensi penampang, serta pembesian perlu dipastikan melalui arsip teknis dan pemeriksaan nan relevan.

Selain kualitas material, kondisi dasar pemasangan juga kudu menjadi perhatian. Lapisan dasar perlu disiapkan secara memadai agar stabil dan bisa mendistribusikan beban dengan baik. Apabila dasar pemasangan tidak sesuai persyaratan, akibat penurunan pada titik tertentu dapat meningkat.

Aspek lain nan tidak kalah krusial adalah sambungan antarelemen U-Ditch. Pengerjaannya kudu mengikuti metode dan spesifikasi nan ditentukan agar posisi saluran tetap stabil serta rembesan air dapat dikendalikan sesuai kebutuhan desain.

“Kalau sambungannya dibiarkan terbuka tanpa penanganan sesuai spesifikasi, air berpotensi merembes dan mengikis tanah di bawah alias di samping saluran. Dalam kondisi tertentu, perihal itu bisa memicu penurunan tanah dan berakibat pada bangunan jalan di sekitarnya,” paparnya.

Jika dikaitkan dengan proyek peningkatan struktur Jalan Madupat–Omben, kondisi bentuk U-Ditch nan terlihat mengalami kerusakan pada bagian ujung serta celah antarelemen nan tampak terbuka perlu mendapat perhatian dari pihak terkait.

Meski demikian, temuan visual tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa mutu beton berada di bawah standar alias pekerjaan telah melanggar kontrak.

Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kerusakan, kondisi sambungan, serta kesesuaian pemasangan dengan persyaratan teknis.

Karena itu, pertimbangan sebaiknya tidak berakhir pada pengamatan dari luar. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang berbareng konsultan pengawas perlu mencocokkan kondisi lapangan dengan arsip spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, arsip asal material, serta hasil pengetesan mutu andaikan dipersyaratkan.

Pemeriksaan tersebut juga perlu mencakup kondisi lapisan dasar, elevasi saluran, penanganan sambungan, dan pemadatan tanah di sisi luar U-Ditch. Langkah itu krusial untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan.

Dengan nilai proyek mencapai Rp3,9 miliar, masyarakat berambisi seluruh komponen pekerjaan mempunyai kualitas sesuai spesifikasi dan dapat berfaedah secara optimal dalam jangka panjang.

Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memberikan kepastian mengenai kualitas hasil pekerjaan. Jika seluruh komponen telah memenuhi persyaratan, hasil pertimbangan dapat menjadi dasar bagi pihak mengenai untuk menjelaskan kondisi tersebut secara terbuka kepada masyarakat.

Sebaliknya, andaikan ditemukan ketidaksesuaian terhadap spesifikasi kontrak, pihak pelaksana perlu melakukan perbaikan sesuai ketentuan nan bertindak sebelum pekerjaan dinyatakan memenuhi persyaratan.

Transparansi dalam pemeriksaan juga krusial agar persoalan nan muncul di lapangan tidak berkembang menjadi spekulasi mengenai mutu material maupun penyelenggaraan proyek.

Klik Madura telah menghubungi DPUPR Sampang dan CV Sinergi Mitra Andalan selaku kontraktor pelaksana untuk meminta konfirmasi mengenai spesifikasi material beton pracetak serta kondisi pemasangan U-Ditch di letak proyek. Namun, hingga buletin ini ditulis, kedua pihak belum memberikan tanggapan. (ali/nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0