Rakerwil BEM SI Jatim Digelar, Soroti Prabowo-Gibran, Komitmen Pemprov Jatim, Kelangkaan BBM hingga Kanjuruhan

1 minggu yang lalu 21

Rakerwil BEM SI Jatim Digelar, Soroti Prabowo-Gibran, Komitmen Pemprov Jatim, Kelangkaan BBM hingga Kanjuruhan

LIMADETIK.COM, PROBOLINGGO — BEM SI Kerakyatan Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo, Senin (5/10/2026). Grand Opening dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Probolinggo, perwakilan Forkopimda area Tapal Kuda, jejeran UNUJA, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Rakerwil BEM SI Kerakyatan Jawa Timur berjalan hingga 7 Oktober 2026 di UNUJA Probolinggo.

Mengangkat tema “Lembaran Baru BEM SI Kerakyatan Jatim: Mengukuhkan Independensi, Mengakar pada Aspirasi, Mengawal Keadilan untuk Rakyat”, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus pembahasan sejumlah persoalan publik.

Presiden Mahasiswa UNUJA sekaligus Koordinator Isu Nasional EBT BEM SI Kerakyatan, Hedi Firmansyah, selaku tuan rumah Rakerwil, menyambut penyelenggaraan forum tersebut sebagai bagian dari semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Menurut Hedi, penyelenggaraan Rakerwil di lingkungan pesantren mempunyai relevansi dengan nilai perjuangan nan diwariskan pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Zaini Mun’im. Nilai tersebut menekankan bahwa pengetahuan dan pendidikan tidak semestinya berakhir pada kepentingan pribadi, tetapi kudu diwujudkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Ini perdana BEM SI mengadakan Rakerwil di pondok pesantren. Semangatnya sejalan dengan apa nan diwasiatkan KH Zaini Mun’im, bahwa santri nan tidak berjuang di masyarakat dan hanya memikirkan ekonomi serta pendidikannya sendiri, beliau tidak ridha,” ujar Hedi.

Ia menilai kehadiran BEM SI Kerakyatan di lingkungan pesantren menjadi ruang untuk mempertemukan tradisi intelektual dengan semangat pengabdian dan keberpihakan kepada masyarakat.

Moh Iskil El Fatih, Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Jawa Timur, dalam sambutannya menegaskan mahasiswa tidak datang untuk menjadi stempel kekuasaan.

“BEM SI Kerakyatan tidak datang untuk membenarkan kekuasaan. Kita berdiri berbareng rakyat. Ketika ada kebijakan nan merugikan masyarakat, kita bakal kritik dan kita kawal,” tegas Iskil.

Ia menyoroti pemerintahan Prabowo-Gibran, kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kelangkaan BBM, hingga persoalan keadilan Tragedi Kanjuruhan.

“Jangan berpikir setelah Rakerwil ini selesai maka persoalannya juga selesai. Justru setelah ini kita mulai bergerak. Apa nan hari ini kita petakan bakal kita kawal,” ujarnya.

Terkait kelangkaan BBM, Iskil menilai persoalan pengedaran tidak boleh terus dibebankan kepada masyarakat.

“Rakyat tidak butuh penjelasan nan berputar-putar. Rakyat butuh BBM tersedia dan mudah diakses. Kalau ada persoalan distribusi, itu nan kudu diselesaikan,” katanya.

Ia juga menegaskan rumor Kanjuruhan tetap menjadi bagian dari pengawalan BEM SI Jatim.

“Selama persoalan keadilan tetap dipertanyakan, selama itu pula mahasiswa bakal terus mengawal,” tegasnya.

Iskil memastikan hasil Rakerwil tidak berakhir sebagai arsip organisasi.

“Kalau kudu konsolidasi, kita konsolidasi. Kalau kudu audiensi, kita hadapi. Kalau bunyi rakyat kudu dibawa ke jalan, kita siap turun ke jalan,” pungkasnya.

Penulis : Iskil

Editor : Wahyu

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0