BANGKALAN, koranmadura.com – Pengerjaan 30 proyek revitalisasi gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tetap melangkah lamban. Hingga trimester III 2026, progres pengerjaan disebut baru mencapai 20 persen.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan, Muhaimin, mengatakan program revitalisasi tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Iya dari APBN lantaran bantuannya itu kan langsung dari pemerintah pusat, dan ketentuannya diatur pusat,” katanya, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dari 30 SMP penerima program revitalisasi, baru 17 sekolah nan telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Sementara itu, 13 sekolah lainnya tetap berada pada tahap pra-bimbingan teknis (Bimtek).
“Untuk nan 17 sekolah itu kebanyakan memang lembaga swasta. Kalau nan 13 sekolah itu tetap pra-Bimtek, menuju PKS,” jelasnya.
Muhaimin menjelaskan, proyek revitalisasi tetap dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai sesuai tenggat waktu nan telah ditentukan. Pihaknya mendorong agar beragam hambatan di lapangan segera diselesaikan.
“Intinya tetap tahap pengerjaan sampai batas waktu nan sudah ditentukan. Memang ada beberapa hambatan seperti jumlah tukang nan tetap terbatas,” tuturnya.
Muhaimin juga meminta setiap satuan pendidikan mengelola akibat penyelenggaraan proyek revitalisasi agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu.
“Kami minta para siswa tetap kudu mendapat haknya untuk belajar. Contohnya dengan menggunakan ruang kelas nan tidak dipakai agar digunakan bergantian,” tutupnya. (MAHMUD/DIK)

11 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·