Said Abdullah: Jangan Sapa Rakyat Cuma 5 Tahun Sekali

1 hari yang lalu 3

MALANG, koranmadura.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah melontarkan peringatan keras kepada kader partainya agar tidak menjadikan kedekatan dengan masyarakat sekadar strategi menjelang pemilihan umum (pemilu). Ia menegaskan, menyapa dan membangun hubungan dengan rakyat kudu menjadi komitmen nan dijalankan secara konsisten, bukan hanya ketika memerlukan support suara.

Pesan tersebut disampaikan Said dalam konsolidasi kader di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Jumat, 9 Oktober 2026 seperti dilansir dari detik.com. Ia meminta seluruh kader, khususnya nan telah mendapatkan amanah sebagai personil legislatif, untuk terus datang dan menjalin komunikasi dengan masyarakat.

“Sapa rakyat, sentuh hatinya masyarakat. Enggak ada kata lain. Bukan perlu bantuannya, menyapa rakyat saja,” tegas Said.

Menurut Said, kedudukan politik tidak boleh membikin kader merasa lebih tinggi daripada masyarakat. Sebaliknya, rakyat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi nan memberikan mandat kepada para wakilnya untuk menjalankan tugas di lembaga legislatif.

“Karena pemilik kehormatan itu seutuhnya rakyat, bukan personil DPR RI, bukan personil DPRD Provinsi, bukan personil DPRD Kabupaten. Pemilik kehormatan, kedaulatan itu adalah rakyat. DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, Kota hanya diberi amanah untuk mewakili pemilik kehormatan,” terangnya.

Said juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat tidak cukup dijaga melalui pertemuan sesaat alias kunjungan nan hanya dilakukan menjelang pemilu. Kedekatan dengan rakyat kudu menjadi bagian dari keseharian kader, baik saat menduduki kedudukan maupun ketika tidak sedang berada dalam momentum politik elektoral.

Ia apalagi menegaskan, kader nan melupakan masyarakat setelah memperoleh kedudukan tidak semestinya dipertahankan dalam partai. Bagi Said, sikap tersebut bertentangan dengan prinsip perjuangan PDI Perjuangan nan menempatkan rakyat sebagai pusat pengabdian politik.

“Sapa rakyat, jangan jika jadi personil DPR, lupa. Ingat 5 tahun sekali, enggak ada gunanya, buang jika ada kader begitu. Enggak ada lagi nan kayak gitu, sampah bagi PDI Perjuangan,” ucapnya.

Untuk memastikan pesan tersebut melangkah hingga tingkat bawah, Said meminta seluruh struktur partai memperkuat koordinasi dan menghidupkan kembali aktivitas menyapa masyarakat. Pengurus di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), hingga ranting diharapkan bergerak berbareng agar komunikasi dengan rakyat tidak terputus.

“PAC, ranting, mari bersama-sama. Betul-betul saling bahu-membahu. Tidak ada istilah lagi 5 tahunan itu sudah enggak ada. DPC kudu bisa menggerakkan PAC,” pungkasnya. (*)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0