PAMEKASAN, koranmadura.com – Ketulusan Nenek Suidah (100), pembimbing ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyentuh hati Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari.
Melihat dedikasi Nenek Suidah nan tak surut mengajar Al-Qur’an meski menginjak usia satu abad dan menderita gangguan pendengaran, legislator asal Madura tersebut menyalurkan support perangkat bantu dengar melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial.
Penyaluran support secara simbolis tersebut berjalan dalam agenda Program ATENSI di Rumah Aspirasi, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, pada Senin, 12 Oktober 2026 lalu.
Hj. Ansari mengaku sangat terharu menyaksikan kegigihan Suidah nan terus mendedikasikan sisa hidupnya untuk mencerdaskan anak-anak di desa.
“Saya terharu memandang semangat beliau. Di usia 100 tahun, tetap tetap mengabdikan diri untuk mengajar ngaji,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, Selasa, 13 Oktober 2026 hari ini.
Hj. Ansari menegaskan bahwa hadirnya support sosial tepat sasaran mempunyai makna nan sangat besar bagi kelangsungan hidup penduduk kurang mampu. Sebagai wakil rakyat, dia berkomitmen terus mengawal dan menjembatani aspirasi masyarakat Madura ke Kementerian Sosial.
“Kalau ada masyarakat nan membutuhkan, bisa menyampaikan kepada saya untuk diajukan kepada Kementerian Sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Nenek Suidah mengaku berterima kasih atas support perangkat dengar nan diterimanya. Ia berkeinginan untuk terus mengajar Al-Qur’an selama raga tetap memadai agar ilmunya mengalir menjadi ladang kebaikan jariyah. (Sudur/Fine)

20 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·