PortalMadura.com– Situs resmi untuk memeriksa Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, ialah bsu.kemnaker.go.id dan bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id, mengalami hambatan akses sejak Kamis, 8 Oktober 2026. Berdasarkan penelusuran di lapangan, laman Kemnaker kandas dimuat, sementara situs BPJS Ketenagakerjaan menampilkan laman pemberitahuan bahwa sistem sedang dalam tahap pengembangan kapasitas.
Kondisi ini membikin para pekerja belum dapat memastikan status penerima support secara berdikari melalui kedua kanal daring tersebut. Hingga saat ini, pemerintah juga belum mengumumkan tanggal resmi pencairan biaya support sosial bagi para pekerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/9/2026), bahwa pemerintah mengagendakan penyaluran BSU untuk kuartal IV 2026. Bantuan ini ditetapkan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan nan bakal dicairkan sekaligus dengan total Rp900.000 per pekerja.
Program tersebut ditargetkan menyasar sekitar 13,3 juta pekerja dengan alokasi anggaran mencapai nyaris Rp12 triliun demi menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Di tengah belum adanya agenda pasti pencairan, pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap peredaran tautan palsu. Warga diminta untuk tidak mudah percaya pada klaim pencairan biaya di tanggal tertentu serta menghindari penyebaran info pribadi seperti NIK, foto KTP, nomor rekening, maupun kode OTP kepada pihak nan tidak dikenal.
Informasi ini disarikan dari laporan portalmadura.com mengenai dinamika penyaluran BSU 2026.

3 hari yang lalu
10








English (US) ·
Indonesian (ID) ·