Skandal Penipuan Emas Now Rp25 Miliar: 3 Artis Terkenal Ikut Terseret

1 hari yang lalu 4
 3 Artis Terkenal Ikut Terseret

PORTALMADURA.COM, Jakarta – Bareskrim Polri dan Polda Bali tengah mendalami kasus dugaan penipuan serta penggelapan investasi berkedok jual beli emas nan dikelola oleh PT New Emas Now dan PT Divine Gems and Jewellery. Hingga Senin (12/10/2026), sebanyak 86 korban resmi melapor ke kepolisian dengan perkiraan total kerugian finansial mencapai Rp25 miliar.

Perkara norma ini turut menjadi sorotan publik lantaran menyeret nama tiga figur publik papan atas, ialah aktris Jennifer Coppen, Kirana Larasati, serta komika Nopek Novian. Ketiganya diketahui pernah menjalin kerja sama ahli sebagai pemasar produk alias brand ambassador perusahaan tersebut.

Laporan resmi para korban telah terdaftar di Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/476/X/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 8 Oktober 2026. Pihak terlapor meliputi Direktur Utama PT Divine Gems and Jewellery berinisial JKR—seorang penduduk negara asing (WNA)—serta Komisaris perusahaan berinisial NB.

Modus Operandi: Iming-Iming Bonus Besar dan Buyback Tinggi

Berdasarkan keterangan kuasa norma korban, Bionda Johan Anggara, skema pemasaran perusahaan bertumpu pada dua modus utama, ialah sistem pesan ulang (pre-order) dengan bingkisan menggiurkan dan janji pembelian kembali (buyback) di atas nilai pasar.

Pada skema pre-order, calon pembeli diminta menyetorkan biaya terlebih dahulu. Perusahaan menawarkan promosi ekstrem, seperti bingkisan 4 gram emas untuk setiap pembelian 5 gram emas. Sementara pada skema buyback, konsumen menyerahkan emas milik mereka dengan iming-iming pencairan biaya dalam jumlah lebih tinggi dalam jangka waktu tertentu.

Namun, sejak pertengahan tahun 2026, perusahaan kandas memenuhi tanggungjawab penyerahan peralatan maupun pembayaran dana. Banyak korban mendapati instansi operasional perusahaan di Denpasar, Bali, mendadak tutup dan tidak beraktivitas ketika didatangi.

Polda Bali Amankan Barang Bukti dan Geledah Lokasi Usaha

Penyidikan perkara ini bergerak sigap di tingkat daerah. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali telah melakukan penggeledahan di Toko Emas Divine dan PT Emas Now nan berlokasi di area Renon, Denpasar, pada 29 September 2026, dilanjutkan dengan penggeledahan akomodasi pabrik di Jalan Tukad Badung pada 1 Oktober 2026.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengonfirmasi bahwa tim interogator mengamankan sejumlah arsip transaksi keuangan, perangkat elektronik, brankas, serta perangkat peleburan emas sebagai peralatan bukti.

Penyidik sekarang terus memeriksa saksi-saksi dan menelusuri aliran biaya guna memastikan adanya unsur tindak pidana penggelapan dan penipuan secara transparan.

Klarifikasi Tiga Figur Publik nan Terseret

Nama besar para artis nan pernah mempromosikan merek ini diakui para korban menjadi aspek utama nan membangun kepercayaan mereka untuk berinvestasi. Menanggapi situasi ini, ketiga figur publik memberikan penjelasan resmi:

  • Jennifer Coppen: Memulai perjanjian sebagai brand ambassador pada 8 Januari 2026. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam manajemen operasional, pengelolaan dana, maupun penerimaan komisi dari penjualan. Jennifer telah memutuskan perjanjian sejak 19 Juni 2026 usai menerima laporan keterlambatan pengiriman pesanan konsumen.
  • Kirana Larasati: Menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalankan promosi ahli selama dua bulan untuk merek Nellava. Ia tidak terlibat dalam sistem transaksi perusahaan dan telah melayangkan surat pemutusan kerja sama resmi melalui kuasa hukumnya pada 18 September 2026.
  • Nopek Novian: Komika berjulukan original Arif Novianto ini menandatangani perjanjian promosi periode Mei 2026 hingga Mei 2027. Namun, dia mengaku baru menerima pembayaran sebesar 5 persen dari nilai perjanjian dan menegaskan sama sekali tidak mengetahui skema pengelolaan biaya internal perusahaan.

Ketiga figur publik tersebut menyatakan bersikap kooperatif dan siap memberikan keterangan kepada abdi negara penegak norma andaikan diperlukan. Hingga saat ini, belum ada penetapan status tersangka terhadap ketiga selebriti tersebut.

Penelusuran Aset dan Imbauan Masyarakat

Pihak kepolisian tetap konsentrasi melacak aset dan alur transaksi finansial untuk menentukan potensi pengembalian kerugian para korban. Kepolisian mengimbau masyarakat luas untuk lebih waspada terhadap penawaran investasi emas nan memberikan untung tidak logis alias jauh di atas kisaran nilai pasar resmi.


Sajian buletin norma dan investigasi ini disajikan kembali oleh portalmadura.com sebagai pedoman info dan edukasi bagi masyarakat.

Navigasi pos

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0