SKK Migas dan Searah Kirim Air Bersih Bantu Desa Kekeringan di Sampang

3 hari yang lalu 14

Sampang, (Media Madura) – SKK Migas dan Searah berbareng Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya menyalurkan support air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan, Kamis (8/10/2026).
‎
‎Program Sejuta Liter Air Bersih nan diinisiasi Forum Sampang Sehat (FSS) tersebut membantu meringankan beban guna pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
‎
‎Pendistribusian air bersih berjalan di Pendopo Bupati Sampang dan dilepas secara simbolis oleh Wakil Bupati Sampang H Ahmad Mahfudz, didampingi SKK Migas – KKKS Wilayah Jabanusa.
‎
‎Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa Febrian Ihsan mengatakan, program ini bentuk kepedulian industri hulu migas dalam menyokong kebutuhan dasar masyarakat lokal.
‎
‎”Kami berbareng KKKS Jabanusa bukan sekedar menjalankan eksplorasi dan pemanfaatan minyak dan gas bumi di Sampang, melainkan turut mendukung kebutuhan dasar masyarakat,” ucapnya.
‎
‎Menurut dia, pihaknya berkomitmen dan bakal terus bersinergi dengan pemerintah wilayah berbareng pihak dalam mendukung pembangunan masyarakat.
‎
‎”Semoga program ini bisa berfaedah dan dirasakan langsung oleh masyarakat, support ini bukan sekedar hormat sosial namun corak tindakan nyata kepedulian SKK Migas dan KKKS Jabanusa,” tuturnya.
‎
‎Wakil Bupati Sampang H Ahmad Mahfudz mengapresiasi kepada SKK Migas, Searah, Petronas, HCML, serta Medco, dalam aktivitas support air bersih.
‎
‎Menurutnya, program support sejuta liter air bersih menjadi langkah krusial di tengah kondisi tandus panjang nan dapat berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
‎
‎”Semoga support ini dapat meringankan beban penduduk nan memerlukan air bersih, semoga kerjasama ini tidak berakhir sebagai support darurat, tetapi dapat dikembangkan menjadi program jangka panjang,” katanya.
‎
‎Ketua Pegiat Forum Sampang Sehat Siti Farida menyampaikan, berkah kontribusi serta support dari SKK Migas dan KKKS Jabanusa dapat menambah jangkauan pendistribusi support air bersih.
‎
‎”Awalnya kami menetapkan 5 kecamatan pendistribusian air bersih sekarang menjadi 7 kecamatan,” kata Farida.
‎
‎Wilayah terdampak kekeringan itu meliputi Kecamatan Robatal, Kedungdung, Karang Penang, Sreseh, Tambelangan, Banyuates, dan Pangarengan.
‎
‎Dirinya menambahkan, sasaran pengedaran air bersih tersebut diantaranya tempat ibadah, lembaga pendidikan sekolah dan madrasah, pondok pesantren, maupun pemukiman warga. (Ryan Hariyanto/Znl)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0