Suami Grebek Istri saat Berduaan Bersama Kepala Puskesmas Robatal

5 hari yang lalu 11

Staf Puskesmas Robatal saat digelandang di Mapolres Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Polisi mendalami dugaan hubungan di luar pemisah ahli nan melibatkan Kepala Puskesmas Robatal dan seorang staf perempua.

Keduanya dibawa ke Polres Sampang setelah ditemukan berada berbareng di dalam ruangan kepala puskesmas, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Peristiwa tersebut bermulai ketika suami staf wanita itu mendatangi Puskesmas Robatal dengan didampingi personil Polsek Robatal dan Babinsa.

Kedatangan tersebut berangkaian dengan dugaan komunikasi nan dinilai telah melampaui pemisah ahli antara istrinya dan master berinisial B.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut penyergapan dilakukan oleh suami salah satu staf puskesmas dengan didampingi aparat.

“Benar terjadinya penyergapan di Puskesmas Robatal pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2026 sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Eko, Kamis (8/10/2026).

Menurut Eko, saat kejadian kepala puskesmas dan staf wanita tersebut diketahui berada di dalam ruangan kepala puskesmas.

“Dan kebetulan keduanya di dalam ruangan Kapus tersebut,” ujarnya.

Untuk mencegah situasi berkembang dan menimbulkan persoalan baru, personil Polsek Robatal kemudian membawa kedua pihak ke Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan.

“Untuk menghindari hal-hal nan tidak diinginkan, maka kedua belah pihak diantar ke Polres Sampang oleh personil Polsek Robatal untuk dilakukan lidik lebih lanjut,” jelasnya.

Eko menegaskan, perkara tersebut tetap dalam tahap pendalaman. Polisi tetap memeriksa pihak-pihak nan berangkaian dengan kejadian tersebut.

“Dan kejadian tersebut tetap dalam pendalaman dan pemeriksaan di Polres Sampang,” tegasnya.

Sementara itu, suami staf puskesmas tersebut, Firman, mengaku mendatangi Puskesmas Robatal setelah menemukan percakapan antara istrinya dan master berinisial B.

Menurut Firman, isi komunikasi tersebut dinilai telah melewati pemisah hubungan profesional.

Firman mengaku kecurigaannya bukan baru muncul. Ia menyebut persoalan serupa telah diketahuinya sejak April 2026 dan saat itu telah dibuat kesepakatan agar hubungan tersebut tidak kembali terjadi.

Namun, pada 7 Oktober 2026, Firman mengaku kembali menemukan komunikasi antara istrinya dan B. Temuan itu kemudian menjadi argumen dirinya mendatangi Puskesmas Robatal.

“Saya serahkan semuanya kepada polisi. Saya punya bukti chat dan saya mau persoalan ini diproses sesuai hukum,” kata Firman.

Firman juga mengaku telah menyerahkan sejumlah bukti kepada kepolisian dan melaporkan persoalan tersebut agar ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Adapun staf wanita tersebut disebut menjalani pemeriksaan medis dan visum di rumah sakit. Sementara master B menjalani pemeriksaan di Polres Sampang.

Hingga kini, polisi tetap mendalami rangkaian kejadian tersebut. Status norma maupun konklusi mengenai dugaan nan dilaporkan tetap menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

Belum ada keterangan resmi dari master B maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang mengenai peristiwa tersebut. (ali/nda)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0