KABAR MADURA | Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SDN Tunjung 2, Kecamatan Burneh, Bangkalan, mendapat respons positif dari penduduk sekolah. Sistem itu membikin siswa dinilai lebih antusias saat menikmati makanan nan disediakan.
Kepala SDN Tunjung 2, Rika Pramita Sari, mengatakan, penyelenggaraan MBG prasmanan dilakukan saat jam rehat sekolah. Sementara itu, lama siswa menyelesaikan makanan tidak ditentukan secara unik lantaran berjuntai pada masing-masing siswa.
“Untuk berapa menitnya tergantung dari siswanya. Apalagi ini tetap percobaan, nan pasti insya Allah ke depannya bakal lebih baik lagi,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Penerapan MBG dengan sistem prasmanan itu tetap sebatas uji coba dan belum diterapkan secara rutin di sekolah.
Menurut Rika, siswa justru menunjukkan antusiasme lebih tinggi ketika makanan MBG disajikan secara prasmanan dibandingkan dengan pola pembagian makanan nan telah ditakar dan ditempatkan dalam wadah.
Kendati mendapat respons positif, Rika berharap, penyelenggaraan MBG ke depan dapat memperhatikan waktu belajar siswa. Sebab, sistem prasmanan memerlukan proses pelayanan dan pengambilan makanan nan berbeda dibandingkan makanan nan telah disiapkan dalam wadah.
Rika menegaskan, pihak sekolah tidak mempermasalahkan penyelenggaraan uji coba tersebut. Namun, pertimbangan dan strategi penyelenggaraan berikutnya diharapkan dapat membikin program melangkah lebih efektif tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.
“Berhubung ini tetap bahan percobaan tidak jadi masalah. Insya Allah bakal ada pertimbangan serta strategi lebih baik,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihak sekolah bakal tetap mengikuti kebijakan pemerintah mengenai pola penyaluran MBG, baik nantinya menggunakan sistem prasmanan maupun makanan nan telah ditakar dalam wadah.
“Harapan ke depannya, apapun program pemerintah tetap mengikuti kebijakannya, baik secara prasmanan maupun sudah ditakar di ompreng,” imbuhnya.
Sementara itu, Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tunjung 02 Burneh dari Yayasan Kemala Bhayangkari, Gafur, juga menilai siswa terlihat lebih antusias ketika MBG disajikan secara prasmanan.
“Sepertinya lebih antusias,” ungkapnya.
Menurut Gafur, makanan nan disediakan dalam uji coba tersebut apalagi lenyap dikonsumsi oleh siswa.
Namun, Gafur belum dapat memastikan apakah sistem prasmanan bakal diterapkan setiap hari. Menurutnya, keputusan itu tetap menunggu petunjuk dari ketua Badan Gizi Nasional (BGN).
“Menunggu petunjuk dari ketua BGN,” jelasnya.
Setelah penyelenggaraan uji coba tersebut, penyaluran MBG di SDN Tunjung 2 kembali menggunakan pola seperti biasanya. Sistem prasmanan belum langsung diterapkan pada hari berikutnya.
“Kembali seperti biasa lagi,” pungkasnya. (fik/zul)

6 hari yang lalu
13








English (US) ·
Indonesian (ID) ·